Site Loader
Rock Street, San Francisco

Carita Parahiyangan adalah naskah kuno yang berasal
dari wilayah Galuh, Jawa Barat. Isinya terutama menceritakan sejarah awal
kerajaan Galuh pada masa Wretikandayun, hingga keruntuhan Pakuan Pajajaran yang
terdesak oleh pengaruh Islam.

Naskah ini tersimpan
di Perpustakaan Nasional RI dengan nomor kropak 406. Terbuat dari bahan lontar
sebanyak 47 lembar berukuran 21 x 3 cm dengan empat baris tulisan dalam setiap
halamannya. Teksnya berbentuk prosa, ditulis menggunakan aksara Sunda kuno dan
bahasa Sunda kuno. Walaupun tidak terdapat titimangsa berupa candrasangkala,
namun berdasarkan akhir kisah yang tertuang di dalamnya dapat diperkirakan
berasal dari sekitar akhir abad ke-16 atau awal abad ke-17.   

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

Carita Parahiyangan pertama kali diumumkan oleh K.F.
Hole pada tahun 1881, tetapi belum menunjukkan urutan kisahnya dengan benar.
Sarjana lain yang ikut mengupayakan garapan terhadap naskah ini seperti C.M. Pleyte,
R. Ng. Poerbatjaraka, H. Ten Dam dan J. Noorduyn pun hanya dapat menghasilkan
kesimpulan dan susunan kisah yang masih samar-samar. Sarjana dari Jawa Barat
yang menggarap naskah ini di antaranya Ma’mun Atmamiharja, Amir Sutaarga, Aca,
Ayatrohaédi, Édi S. Ékajati dan Undang A. Darsa. Pada tahun 1968 terbit edisi
suntingan dan terjemahannya dengan susunan yang telah diperbaiki oleh Aca.

Isinya cukup
banyak mengisahkan silsilah raja-raja Sunda-Galuh serta lamanya berkuasa, mulai
dari Wretikandayun, hingga raja terakhir Nusia Mulya, saat terjadi keruntuhan
kekuasaan oleh kerajaan Islam Demak dan Cirebon. Rahiyang Sanjaya dikisahkan
cukup panjang. Ia merupakan anak dari Sang Sena, sedangkan Sang Sena adalah
anak dari Mandiminyak dengan Pwah Rababu. Sanjaya digambarkan sebagai raja yang
mahir berperang, bahkan hingga ke luar pulau Jawa. Pada bagian kisah Prabu
Maharaja diceritakan bahwa ia menjadi raja selama tujuh tahun, karena terjadi
bencana besar saat mengiringi pernikahan anaknya yang bernama Tohaan ke tanah
Jawa bersama rombongan, lalu terjadi perang di Majapahit. Dalam keseluruhan
pengisahannya, banyak disebutkan nama daerah di pulau Jawa dan luar pulau Jawa yang
beberapa di antaranya masih dapat dikenali hingga saat ini.  

Post Author: admin

x

Hi!
I'm Lena!

Would you like to get a custom essay? How about receiving a customized one?

Check it out